mari bersedekah dengan bijak

sekadar berbagi cerita..

sebenarnya cerita ini sudah terjadi lumayan lama.. bisa dibilang beberapa bulan yang lalu.. namun karena kebetulan sekarang sedang memasuki bulan Ramadhan, saya rasa cerita ini bisa menjadi bahan renungan buat kita semua..

waktu itu hari udah malem, mungkin sekitar jam 21.30an lah.. saya lagi nunggu angkot di bilangan pasteur [deket griya pasteur] sambil ngeliat jam, karena orangtua udah menyuruh saya untuk segera pulang ke rumah
ga berapa lama nunggu angkot, saya melihat dari arah kejauhan seorang bapak-bapak [umur 40an, kurang lebih] berjalan tergopoh-gopoh sambil membawa bungkusan besar di punggungnya, sambil bawa tas gendong juga..dari arah jalannya dia bakal melewati tempat saya berdiri, maka saya agak mundur sedikit biar bisa ngasih jalan buat si bapak..

pada saat berpapasan, tiba2 si bapak berhenti, dan bungkusannya ditaroh di deket kakinya, saat itu saya perhatikan kalo muka si bapak agak pucat [mungkin kecapean karena jalan jauh, pikir saya]
ga diduga, si bapak memanggil saya
si Bapak [B]: Dik, bisa minta tolong Dik?
saya [S]: iya pak, ada apa?
B: saya jualan sandal dik, bisa tolong beli sandal saya satu dik?
*saya perhatikan tangannya megang sandal, kaya sandal2 yg biasa dijual di salman seharga 15ribuan..
ga mahal kok dik, 15ribu saja.. tolong beli satu dik..
S: *sambil melirik kaki yang memakai sendal yang mirip dengan yang ditawarkan si bapak, dan sudah cukup usang
sebentar pak..
saya membuka dompet, dan mendapati uang saya tinggal 5ribu, lantas merogoh saku, dan mendapati uang saya di saku tinggal 1500
maaf pak, saya lagi ga ada uang [hu,, bener2 lagi ga ada uang]
B: tolong dik, saya jualan sendal belum laku satu pun dari pagi.. saya belum makan sama sekali.. *mukanya pucat banget
S: wah, maaf pak, saya lagi bener2 ga ada uang.. :(
B: oh, kalo gitu ya udah. *terdiam* adik ada minum ga? saya belum minum sejak tadi..
S: *inget kalo botol minum saya udah ga ada isinya* ngga ada pak, maaf
*terus saya celingak-celinguk nyari warung, ga nemu
maaf banget pak,, ini saya ada uang, mungkin bisa buat beli minum bapak atau beli gorengan.. *sambil ngasih uang 1500
[sebel, kenapa uang saya tinggal 5000an + 1500an? kan ongkos angkot 2000an.. :( ]
B: *nerima uang dengan muka senang* makasih banyak Dik.. makasih..
S: oiya pak, ga apa apa..oiya, rumah bapak di mana?
B: di cimahi dik.. *wow, jauh [saya terkejut]
dan si bapak pun berlalu pergi, sambil membawa kembali barang dagangannya yg masih belum laku, dan berjalan entah berapa kilometer lagi
*saya hanya bisa berdo’a, semoga si bapak dilancarkan rezekinya..

dari pengalaman saya dengan si bapak ini, saya berpikir, kalo sebenernya si bapak ini *menurut saya* lebih pantas untuk mendapatkan sedekah dibandingkan dengan orang yang berprofesi sebagai tukang ‘emis’ dan ‘amen’ *alias pengemis dan pengamen
kenapa? karena dibandingkan dengan orang2 tsb yang sekadar menengadahkan tangannya untuk makan dan *biasanya* ngerokok, bapak yg saya temui bahkan dalam keadaan di mana seharusnya dia boleh meminta-minta, dia tidak melakukannya, *hanya minta air minum* dan masih tetap berusaha mencari rezeki dengan berdagang!!

setelah bertemu dengan si bapak, saya jadi semakin yakin, bahwa sesungguhnya orang2 fakir dan miskin ada banyak di luar sana, namun mereka bukanlah orang2 yang sekadar menengadahkan tangannya untuk berprofesi sebagai tukang ‘emis’ dan ‘amen’, melainkan mereka yang masih bersusah payah meneteskan keringat untuk mencari rezeki dengan cara yang baik
*dan saya juga menyesal, kenapa saya tidak memiliki uang lebih saat itu.. :(

bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan: Read more »

huff..

sebuah kata bijak yang saya baca mengatakan bahwa,
obat yang paling mujarab adalah obat yang paling pahit..

yah, walaupun saya ga percaya2 amat, tapi anggaplah memang demikian..

Huff…
huff..


walaupun pahit, tapi kayanya emang harus diambil..

RESOLUSI!





*goodbye my little dream.. hopefully you really just a dream that comes too early..

Aku ingin mencintaimu..

Aku ingin mencintaimu karena kecantikanmu
menyejukkan setiap mata yang memandangnya
tapi kemudian aku bertanya
saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
seberapa pudarkah kelak cintaku padamu?

Aku ingin mencintaimu karena sifatmu yang ceria
menjadi semangat yang menyala di dalam hati ini
tapi kemudian aku bertanya
bila keceriaan itu kelam dirundung duka
seberapa muram cintaku kan ada?

Aku ingin mencintaimu karena ramah hatimu
memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
tapi kemudian aku bertanya
kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
seberapa mampu cintaku memendam praduga?

Read more »

HME ITB sebagai wadah berorganisasi yang berbasiskan keprofesian

Tulisan pertama dari tiga tulisan tentang “Peranan HME untuk ITB

sebuah pengantar
Himpunan Mahasiswa Elektroteknik ITB sebagai wadah organisasi yang utama bagi mahasiswa Elektro [dulunya] serta Power dan Telkom [sekarang], seyogyanya sebagai sebuah “organisasi mahasiswa” yang memiliki basis pergerakan berupa keprofesian, harus turut berperan dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan—dalam hal ini, tujuan pendidikan ITB—khususnya yang sejalan dengan core keElektroannya

Dalam tujuan pendidikan yang dimiliki oleh ITB, ITB mencanangkan bahwa pendidikan di perguruan tinggi ditujukan untuk mencetak generasi sarjana yang memiliki pengetahuan yang bermakna bagi kehidupan, mandiri, sungguh-sungguh dalam menjunjung etika berprofesi dan etika bermasyarakat, serta kompeten untuk membuat dirinya bermanfaat di lapangan kerja dan di masyarakat.

Didasari tujuan pendidikan perguruan tinggi yang telah dicanangkan oleh ITB, maka HME ITB merancang sebuah AD/ART untuk menjalankan fungsinya, yang di dalamnya terkandung tujuan dari HME ITB sebagai organisasi mahasiswa, yaitu HME ITB yang membantu terciptanya sarjana elektroteknik yang berkompetensi dan bertanggungjawab. Read more »

terlantar?

sudah lewat sebulan sejak postingan terakhir, dan blog ini tampaknya terlantar..

apakah saya benar2 sibuk? tidak juga.. sebenarnya di sela-sela kesibukan saya *yang karena saya deadliner jadi numpuk banget sekarang2* saya masih bisa menyempatkan diri untuk menulis blog.. tapi entah kenapa, rasa enggan untuk menulis selalu muncul..

kehabisan ide? bukan. ada banyak hal yang ingin saya tulis. tapi semua itu berhenti ketika mata saya terpaku pada satu kalimat.

”Dan para penyair itu, diikuti orang-orang pendusta. Tidaklah kamu melihat bagaimana mereka mengembara tanpa arah di setiap lembah. Dan bahwa mereka mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan.” – QS AsSyu’araa’ : 224-226

lebih tepatnya 3 ayat. tiga ayat Al-Qur’an ini, yang saya baca beberapa bulan lalu, cukup menegur saya.

saya jadi merenung, apa istimewanya sebuah tulisan yang indah, inspiratif, menarik untuk dibaca, tetapi semua itu hanya menjadi ‘buah pena’, sekadar hasil keahlian kita mengolah kata? apa maknanya?

Read more »

it seem good, isn’t it?

iseng-iseng baca dilbert *semenjak baca di kompas, jadi pengikut setia.. ada satu selentingan unik di dilbert..

what’s so unique with this story?

jadi inget humor dulu.. kalo ada 3 jenis kebohongan: small lies, big lies, and biggest lies: BENCHMARK!!

haha,, bukan itu juga sih.. well, my first opinion pas ngeliat pic itu,, JLEB! berasa kesepet.. mungkin karena selama ini, masih sering ngelakuin hal-hal yg seem good, tapi sebenernya g begitu kerasa efek positifnya..

mungkin karena tuntutan peran, mungkin karena posisi saya yg sekarang sebagai seorang ‘kakak’, ato mungkin karena emang ingin terlihat bagus, so?

terlepas dari apa yang selama ini saya alami, emang banyak orang cenderung menilai orang lain dari luarnya-dari bagaimana dia terlihat, bukan dari wajahnya I mean-termasuk dari apa yg dia-terlihat-lakukan,, Read more »

Satu bulanan..

seisi kampus heboh. bukan hanya itu, gonjang-ganjing pun terdengar di berbagai pelosok kampus, bahkan mungkin pelosok negeri. hampir semua temanku bercerita, jika orangtua mereka menelepon atau sms dengan nada khawatir, menanyakan keadaan mereka di kampus. ada apa ini?

Dwiyanto Wisnugroho. namanya masih tidak asing di telinga saya, walau saya belum pernah bertemu-atau bahkan mengenalnya. kini, sebulan setelah kepergiannya, berita tentang dirinya sudah menguap. digantikan oleh berita tentang David Hartanto, atau semaraknya dies emas-bagi rekan2 mahasiswa. tapi bahkan hingga saat ini, masih ada, masih ada yang tersisa, kawan!

LUKA ITU MASIH ADA! DUKA ITU MASIH ADA!!

Read more »