Tags
sudah lewat sebulan sejak postingan terakhir, dan blog ini tampaknya terlantar..
apakah saya benar2 sibuk? tidak juga.. sebenarnya di sela-sela kesibukan saya *yang karena saya deadliner jadi numpuk banget sekarang2* saya masih bisa menyempatkan diri untuk menulis blog.. tapi entah kenapa, rasa enggan untuk menulis selalu muncul..
kehabisan ide? bukan. ada banyak hal yang ingin saya tulis. tapi semua itu berhenti ketika mata saya terpaku pada satu kalimat.
”Dan para penyair itu, diikuti orang-orang pendusta. Tidaklah kamu melihat bagaimana mereka mengembara tanpa arah di setiap lembah. Dan bahwa mereka mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan.” – QS AsSyu’araa’ : 224-226
lebih tepatnya 3 ayat. tiga ayat Al-Qur’an ini, yang saya baca beberapa bulan lalu, cukup menegur saya.
saya jadi merenung, apa istimewanya sebuah tulisan yang indah, inspiratif, menarik untuk dibaca, tetapi semua itu hanya menjadi ‘buah pena’, sekadar hasil keahlian kita mengolah kata? apa maknanya?
seandainya kita terus menulis, tetapi kita tidak melaksanakan maknanya, mungkinkah tulisan2 itu masih menjadi berarti bagi mereka yang membacanya? ataukah semua itu dapat ditolerir dengan alasan ‘memberi manfaat’ bagi orang lain?
entahlah. tapi kini, saya mulai menulis lagi.
*untuk dia yang sering saya ingatkan, tetapi saya sendiri tidak melaksanakan apa yang saya katakan, yang saya ingatkan, saya mohon maaf..
–
saat ini, saya hanya bisa berharap, semoga apa yang saya tuliskan, apa yang saya katakan, semuanya berada dalam kemampuan saya untuk melaksanakannya.
amin..
subhanallah…..yah semoga kang ashr bisa melaksanakan apa2 yang terucap dan tertulis….
memang si ada hadits yang berbunyi: sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat…
Saya juga sering berpikir sama seperti kang ashr, kalau kita ga ngasih tau, brarti kita menyembunyikan ilmu, tapi kalo kita ngasih tau, kita sendiri belum bisa mengamalkan ilmu tsb….jadi harus gimana donk??
Solusinya (menurut saya poribadi loh)….pertama kita amalkan ilmu yang telah sampai kepada kita….apabila kita sudah bisa ikhlas dalam mengamalkannya, barulah disampaikan…
Namun, jikalau kita merasa kesulitan untuk mengamalkannya, dan sangat ingin membagikan ilmu tsb…yah gimana lagi, sampaikanlah ilmu tersebut, dengan tambahan catatan, bahwa yang menulisnya pun belum bisa mengamalkannya, mohon dimklumi…(yah semacam itu lah)……..
ilmu, amal, dan dakwah…